Jakarta, 6 November 2024 – Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Titik Soeharto, yang kini menjabat sebagai penasihat senior di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menggelar rapat tertutup dengan sejumlah pejabat penting di Istana Negara untuk membahas sejumlah program prioritas yang akan menjadi landasan kebijakan pemerintahan Prabowo dalam lima tahun ke depan. Dalam rapat yang digelar pada 5 November 2024 ini, Titik Soeharto memberikan pandangan dan saran terkait reformasi struktural yang perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan-kebijakan Prabowo dalam mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
Rapat tersebut berfokus pada sektor-sektor penting seperti pengembangan ekonomi berbasis industri, peningkatan investasi domestik dan asing, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Titik menekankan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, terutama dalam sektor teknologi dan industri manufaktur.
Titik Soeharto mengungkapkan, “Untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, kita perlu mengedepankan kebijakan ekonomi yang dapat mengintegrasikan sektor-sektor besar dengan sektor UMKM. Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah adalah kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”
Selain itu, rapat juga membahas bagaimana pemerintah akan memastikan adanya pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia, serta mengurangi ketergantungan pada sektor sumber daya alam melalui peningkatan industri berbasis teknologi tinggi dan riset. Menurutnya, sektor teknologi dan digitalisasi akan menjadi pilar utama dalam mendongkrak daya saing Indonesia di masa depan.
