BPBD NTB: Hampir Seluruh NTB Terdampak Banjir

Bima, Media Kortas- Banjir kembali melanda di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ribuan rumah terendam banjir di Kecamatan Lambu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isryah membenarkan ribuan rumah terendam banjir di empat Desa dan Tanah Longsor di Satu desa.

“Hujan deras kemarin pada Senin mengakibatkan terjadinya banjir dan Tanah Longsor,” buka Isryah kepada RRI Mataram SP Bima, Selasa (24/12/2024).Isryah menerangkan adapun empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Sumi. Ada 1.130 unit rumah terendam dan terdampak banjir. Kemudian 600 rumah juga mengalami banjir di Desa Soro. Akibatnya sebagian warga terpaksa mengungsi di Masjid.

“Untuk warga di Desa Soro Saat ini banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta sebagian warga melakukan pengungsian di mesjid akibat banjir  tersebut,” tambah Isryah. Selain itu, banjir juga melanda Desa Rato, ketinggian banjir antara 70 cm, yang mengakibatkan 200 KK terdampak, dengan total 200 unit rumah terendam dan terdampak tersebar di Desa Rato Kecamatan Lambu.

Kemudian Desa Melayu juga mengalami bencana alam tersebut. 100 unit rumah terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah itu.

“Saat ini masyarakat yang terdampak tengah membersihkan rumah mereka masing-masing. Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut,” ujarnya.Selain banjir, Tanah Longsor juga terjadi di Dusun Sukamaju Desa Kale’o Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.

“Longsor tanah tebing gunung akibat derasnya air hujan dari gunung mengakibatkan tembok rumah milik Heriyanto mengalami roboh dan tertimbun Tanah pada bagian belakang, dan warga bersama Babinsa melakukan pembersihan tanah longsor yang mengenai rumah korban,” cetusnya.

Hingga saat ini, tim BPBD melakukan  koordinasi  dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan Desa setempat terkait terdampak dan  melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

“Kam juga berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas terkait mengenai dampak dan penanganan serta kewenangannya,” tutupnya.

Kemudian desa kondo dan dodu juga terdampak banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *